header www.zulmiati.com

Serunya Free Writing dengan Tulisan Tangan

8 komentar

Serunya Free Writing dengan Tulisan Tangan! Judul zoominar yang diadakan oleh rumbel literasi Ibu Profesional Semarang. Alhamdulillah senangnya bisa ikut zoominar ini. Banyak insight positif tentang menulis yang saya peroleh.

Pemateri zoominar ini adalah mbak Shanty Dewi Arifin. Inisiator Kelas Literasi Ibu Profesional (KLIP). Di awal pertemuan mbak Shanty menyampaikan bahwa tujuan pertemuan ini adalah supaya peserta melihat kelebihan menulis tangan dan mempraktekkannya dalam keseharian.

Adakah yang sama seperti saya? malas menulis tangan? Kalau iya,kawans wajib membaca tulisan ini sampai akhir nih. Yuk lah kita bahas satu persatu ya kawans..

Apa Free Writing itu?

Menurut mbak Shanty, free writing adalah menulis bebas tanpa aturan yang membatasai dengan tujuan untuk mengeluarkan semua ide dan perasaan.

Wah tepat sekali saya mengikuti kelas ini, hehe. Akhir-akhir ini saya terlalu banyak berpikir saat akan menulis.

Terutama saat akan menulis di blog ini, berpikir apakah tulisannya SEO friendly  tidak? Keywordnya apa? tulisan saya bakal ada yang baca tidak ya? Dan masih banyak lagi pikiran yang menggangu,wkwk. Yang akhirnya berujung tidak jadi menulis,hiks

Bertemu free writing ini seperti menemukan oase.

Mengapa Perlu Free Writing?

Teringat kata coach Marita, kesalahan umum orang yang ingin bisa menulis adalah sibuk mengoreksi tulisan sendiri. 

Idenya sudah ada, tapi begitu di depan buku, hp atau laptop terlalu sibuk mengoreksi tulisan sendiri. Pada akhirnya buntu, tidak bisa move on dari satu kata atau satu kalimat.

Iya apa iya nih kawans? Toss dulu lah. 

Makanya tepat sekali belajar menulis dulu dengan free writing. Nah ini beberapa hal yang mbak Shanty sampaikan tentang perlunya menulis dengan free writing : 

1. Ketenangan Jiwa. 

Menulis dengan free writing bisa dipakai untuk mengeluarkan kepenatan pikiran. Dengan menuliskan beban pikiran, kita bisa memberi jarak antara masalah dengan diri kita. Sehingga bisa menimbulkan ketenangan jiwa.

2. Mengenali Diri. 

Ini salah satu cara healing therapy. Menulis dengan cara ini bisa digunakan untuk mengenali emosi kita. Apa yang dirasa, bagaimana kita menyikapinya, dsb.

3. Latihan Menulis. 

Maksudnya latihan menulis disini lebih dari sekedar menulis diary ya kawans. Dengan free writing kawans bisa latihan menulis ide tertentu seperti cerita keseharian anak atau cerita lainnya. Pokoknya sekedar latihan menulis.

4. Mengembangkan Draft. 

Terkadang saat muncul ide, tetiba buntu ketika mau membuat outline. Maka teknik ini bisa dipakai, menulis saja dulu. Ide apa saja yang muncul ditulis saja dulu. Tidak usah pakai editing dulu.

5. Mengatasi Writer's Block. 

Apa sih writer's block? Kondisi dimana penulis mengalami kebuntuan dalam menulis atau tidak ada ide untuk menulis. Ternyata kondisi ini bisa dialami oleh siapapun lho kawans. Bahkan seorang penulis atau blogger senior pun bisa mengalaminya. Nah apalagi saya yang masih cupuers dalam menulis ya kawans. 

Kabar baiknya, free writing bisa membantu mengatasinya. Ketika tidak ada ide menulis ya tetap menulis saja, misal sedang bingung atau mengalami kebuntuan. Ya ditulis saja bahwa saat ini sedang mengalami kebuntuan ide atau bingung dan seterusnya. Eh jadi tulisan deh.

6. Brainstorming Ide. 

Apapun ide yang terlintas, tulis saja dulu walaupun belum terlalu detail idenya. Menulis itu Misal baru terpikir ide besar belum terlalu detail, ya tulis saja. 

Menulis itu tidak harus rapi dan langsung cakep yang bisa langsung publish ke medsos atau blog. Pengingat dari mb Shanty ini nampol banget bagi saya yang sering over thinking dan sok perfeksionis dalam menulis. Kebanyakan editing malah buntu ide,wkwk.

Nah lanjut ya kita bahas bagaimana teknis menulisnya?

Teknis Free Writing

Menurut mb Shanty teknisnya itu mudah dan sederhana. Apa saja ya?

1. Waktu.

Waktunya fleksibel, mau kapan saja bebas. Tentukan waktu yang ternyaman ya kawans. Sebaiknya waktunya tetap untuk membuat suatu habit. Dan bisa mulainya dengan waktu yang pendek, misal 15 menit dulu setiap hari.

2. Privat.

Karena berisi curahan hati dan pikiran, free writing ini tidak untuk dibaca ornag lain. Kita bebas mau menuliskan apapun.

3. Abaikan aturan.

Abaikan dulu aturan tanda baca, tata bahasa, typo, dan lainnya. Menulis sesukanya,hehe.

Masya Allah sudah dijelaskan panjang lebar tentang free writing oleh mb Shanty semakin mencerahkan. Lanjut tentang menulis tangan ya kawans.

Menulis Tangan

Kapan terakhir menulis tangan? Pertanyaan pemantik dari mb Shanty ini membuat peserta berefleksi. Ada yang sudah 2 bulan tidak menulis tangan lho kawans.

Bahkan kata mb Shanty dari penelitian di luar negeri ada yang terakhir menulis tangan itu 6 bulan yang lalu. Sampai lupa bagaimana cara menulis.

Benar kawans kemudahan teknologi membuat malas menulis, seperti saya, duh malu. Lebih sering mencatat dengan google document dan lainnya. Karena merasa lebih mudah dan tidak ribet.

Bahkan kata mb Shanty, mahasiswa sekarang kalau kuliah tidak membawa buku tuli, tetapi yang dibawa laptop atau gadget. Mereka menulis di gadget atau lebih parah lagi, tidak menulis tapi screenshoot atau foto materi.

Lha iya kemajuan teknologi kan memang agar memudahkan kita. Kenapa mesti ribet kalau ada yang praktis? Adakah yang berpikiran seperti ini?

Ternyata ada banyak hal yang tidak bisa diperoleh saat kita menulis dengan mengetik.

Kelebihan Menulis Tangan

1. Membantu mengingat lebih efektif.

Kemampuan mengingat materi atau pelajaran itu lebih baik ketika kita menuliskannya kembali. 

2. Mempertajam kemampuan berpikir kritis.

Ketika tangan bergerak, syaraf otak dan peredaran darah tubuh kita lebih baik. Sehingga membantu daya ingat dan berpikir kritis.

3. Memberikan pemahaman lebih baik.

Saat mengetik kita cenderung menulis kata per kata apa yang kita dengar dari pemateri. Berbeda dengan menulis tangan, biasanya kita menulis dari kesimpulan perkataan pemateri. Ini memberikan pemahaman lebih baik.

4. Mengurangi distraksi.

Ketika menulis di laptop atau gadget lebih banyak godaan. Misal sedang menulis, eh teringat perlu ada data, lalu searching, eh jadi kebablasan. Belum lagi godaan sosmed dan notifikasi ketik memakai gadget.

5. Lebih nyeni dan ekspresif.

Saat menulis tangan bisa dipercanti dengan warna, grafis, dan sebagainya. Ini mempengaruhi otak lebih kreatif.

6. Mengasah keterampilan motorik lebih baik.

Ada penelitian di luar negeri yang menyatakan bahwa anak yang doajari menulis tegak bersambung sejak SD mempunyai kemampuan otak lebih baik. Penting sekali kawans mengajari anak menulis tangan dengan baik. 

7. Melihat proses yang terjadi.

Dengan menulis tangan kita bisa melihat proses menulis. Ada coretan ketika salah, ada selipan kata-kata yang kurang, dsb.

8. Menulis lebih santai dan bisa dimana saja.

Ada sebuah quotes dari blogger yang juga penulis buku. Salah satu inspirator mb Shanty dalam menulis.
Fitur terbaik dari pensil adalah dia tidak mengganggumu dengan pesan singkat atau notifikasi - Austin Kleon
Benar apa betul kawans? 

Tips Agar Semangat Menulis Tangan.

Mbak Shanty berbagi tips juga agar semangat menulis tangan. Ini disadur dai buku Atomic Habit mengenai memulai kebiasaan.

1. Jadikan Terlihat.

Sediakan buku dan letakkan ditempat yang mudah terlihat dan kita capai.

2. Jadikan Menarik.

Sediakan spidol warna-warni, buku, pulpen yang menarik. Bisa digambah dengan stiker dan sebagainya.

3. Jadikan Mudah.

Menulis saja dulu tentang apapun, lintasan pikiran atau pengalaman keseharian. Dibuat mudah tanpa memikirkan data, aturan kepenulisan dan sebagainya.

4. Jadikan Memuaskan.

Buat sesuatu yang membuat kita merasa puas atau lega setelah menulis. Misal seperti di KLIP, peserta akan pendapat badge ketika bisa konsisten menulis. 

Nah kita bisa membuat ceklist. Atau menghadiahi diri sendiri membeli buku mislanya, jika sudah bisa konsisten menulis selama sebulan. Karena kalau merasa puas atau senang biasanya kita akan kecanduan atau ketagihan untuk melakukannya lagi. Benar tidak kawans?

Penutup

Closing statement dari quotes yang disampaikan mbak Shanty membuat diri tergerak. 
Menulis akan merangsang pemikiran. Jadi saat tidak bisa memikirkan sesuatu untuk ditulis, tetaplah menulis - Barbara Fine Clouse

Mulailah menulis sekarang bukan nanti. Ah jadi semangat menulis lagi. Iya memang minimal menulis to do list dan capaian habit setiap hari dengan tulisan tangan. Targetnya bisa menulis jurnal syukur juga.

Kalau kawans bagaimana, kapan terakhir menulis tangan?

Related Posts

8 komentar

  1. free writing juga salah satu alternatif healing ya, mb? kapan ya terakhir aku tulis tangan??? kayaknya saat kuliah dulu deh. kerja dulu juga sering pakai komputer hehhe.. bisa nih nyoba free writing saat banyak tekanan dalam dada. eaaak! :D

    BalasHapus
  2. Free writing berguna banget saat kita sedang di posisi writer's block seperti yang poin 5 Mbak Zulmi jelaskan. Daripada blognya kosong melompong, mending kita isi dengan free writing

    BalasHapus
  3. Saya juga pernah ikut sharing Free Writing ini. Terus kan, praktik, tuh. Sepuluh menit setiap hari, saya ambilnya tiap pagi. Lumayanlah dapat berapa bulan gitu. Sampai hampir satu buku. Enak aja, nulisnya, bebas kayak ngomong sama diri sendiri. Hati lega, plong. Mungkin harus dimulai lagi free writing ini.

    BalasHapus
  4. Aku selalu menulis tangan mbak..aku lebih suka cara ini karena emang bener nampol lho. Yang orang lihat aku nulis dibuku padahal sebenarnya aku nulis di otak. Aku sedang mematrinya disana.

    BalasHapus
  5. Toos dulu Mba zulmi, gegara mikir teknis blog jdi buntu sndiri mau nulis, dududuu..tpi klo menulis tangan alhamdulillah hampir tiap hari buat main sama anak

    BalasHapus
  6. Aku termasuk yang malas nulis tangan nih karena merasa tulisanku jelek gitu. Tapi tiap hari masih nulis tangan kok walaupun ya nggak sering juga hehe

    BalasHapus
  7. Suka banget nulis pakai tangan... Diusahakan setiap hari ada waktu nulis pakai tangan.

    BalasHapus
  8. Aku tim yg masih nulis tangan kok mbak buat curhat hhahaa . Bener sih kadang kita gak jadi nulis bahkan mager karena kondisi otak sibuk menuruti aturan2. Akhire gak nulis2 ya gak sih

    BalasHapus

Posting Komentar