header www.zulmiati.com

Kekuatan Taubat, The Power of Repentance

Posting Komentar
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Apa kabar kawans? Semoga dalam keadaan ruhiyah dan jasmaniyah terbaik. Setelah belajar tentang do’a dan adabnya, lalu tentang bagaimana merespon masalah. Materi Part # 3 di Grow Up Mom, kami diajak belajar tentang Kekuatan Taubat. The Power of Repentance.
Sebelum membahas ke materi, Teh Karlina memberikan prolog yang sangat epik tentang titik nadir atau titik terendah dalam hidup. Kawans pernah mengalaminya?
the power of repentance

Apa itu Titik Nadir?

Iya, setiap insan mempunyai titik nadirnya masing-masing.
Titik Nadir adalah sebuah titik dimana waktu seakan membeku, karena sedang berada pada tempat terendah dalam hidup, sedang berada pada letak terburuk.
Mungkin rasanya frustasi, tidak tahu kemana akan pulang. Mungkin rasanya seperti tidak percaya pada doa-doa, atau bahkan pada Allah. Atau rasanya seperti ingin hilang masuk ke bagian bumi yang terdalam.
Mungkin titik nadir ini hadir, karena kita sudah telah terlalu jauh melangkah, terlalu angkuh bersikap. Dan tentu, ini semua karena Allah sungguh-sungguh sedang menyayangi kita.
Di materi part #2 sudah dibahas bahwa ujian adalah mekanisme Allah agar manusia sedikit lebih tangguh, sedikit lebih tahu diri, dengan menyadari bahwa diri ini akan semakin dekat padaNya sedikit demi sedikit.
Maka, saatnya untuk berubah selagi ada waktu.

Cara Menemukan Pesan Cinta Nya

Ronde kedua Grow Up Mom telah dibahas bahwa dalam menghadapi masalah sebaiknya, fokus ke Allah terlebih dahulu, temukan pesan cinta-Nya. Nah bagaimana cara menemukan pesan cinta Nya? Salah satunya dengan memperbanyak Istighfar.
Istighfar adalah cara untuk memulai taubat.
Perbanyak istighfar setiap hari, setiap saat. Kenapa? Bisa jadi kita tidak bisa melihat jalan keluar masalah karena tertutup oleh dosa. Seperti sebuah cerita analogi dari teh Karlina tentang cara kerja dan fungsi *wipper mobil.*
Saat sedang berkendara, tiba-tiba hujan deras dan dan wipper mobilnya rusak.
Kira-kira, apakah jalanan yang akan kita lalui untuk sampai ke tempat tujuan akan terlihat atau tidak?
Kemudian, saat itu terjadi, kira-kira bagaimana perasaan kita?
Takut, was-was, atau deg-degan?
Nah, pertanyaannya,
"Apa yang sebenarnya membuat kita was-was?"
Iya benar, karena jalanan di depan tidak kelihatan.
Karena takut menabrak sesuatu.
Atau karena masuk jurang.
Kenapa?
Karena jalan yang akan dilalui berubah buram, tidak kelihatan. Padahal badan jalannya masih ada. Tapi jalannya menjadi tidak tampak. Tidak terlihat dengan jelas.
Karena kaca mobil menjadi buram tertutupi air hujan, dan pandangan jadi terhalang akibat *wipper mobil rusak.*
Analogi yang mudah dipahami terkait masalah dan jalan keluar. Jalan dan cara untuk keluar dari masalah itu sebenarnya ada dan banyak. Allah SWT sudah menegaskan bahwa beserta masalah pasti ada kemudahan. Perhatikan diksinya beserta bukan setelah, berarti satu paket kan ya kawans?
Nah, bisa jadi kitanya yang belum mengetahui. Hu uh karena pengetahuan kita terbatas, hanya Allah SWT yang Maha Mengetahui.
Mengapa kita tidak dapat melihat jalan keluar dari kungkungan masalah? Bisa jadi karena lebatnya dosa-dosa. Astaghfirullaah… Semoga Allah mengampuni..
Nah, mulai sekarang kita belajar mengaktifkan wipper diri dengan membasahai lisan dengan *istighfar sepenuh hati. Sepenuh hati dan jiwa memohon ampunan dan meminta maaf pada Allah. InsyaAllah segala permasalahan hidup akan diselesaikan oleh Allah, biidznillah.
Mendawamkan istighfar setiap saat, setiap waktu hingga menjadi kebiasaan. Supaya kita bisa melihat jelas jalan keluar atas segala permasalahan. Supaya mudah menemukan pesan cintaNya.

Nah, sebenarnya apa saja fadillah istighfar itu?

_"Maka aku katakan pada mereka: Mohonlah ampunan pada Tuhanmu! Sesungguhnya Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyak harta, dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun kebun dan sungai-sungai."*_
(Q. S : Nuh 10-12)
Masya Allah, ayat ini membuat merinding ya kawans?
Jika rasanya sedang banyak dosa, segera minta ampun agar dosa kita tidak menghalangi kita untuk dekat dengan Allah. Jika telah dekat dengan Allah, telah mengetahui inginnya Allah, maka insya Allah, Allah akan kabulkan doa kita, Allah beri apa yang kita minta padaNya. Dan itu bukanlah hal yang mustahil bagi Allah.
Ingat sekali kata suami, ketika kita sudah mendapatkan cintaNya, sangat mudah bagi Allah untuk membuat makhlukNya cinta pada kita. Masya Allah..
Ingat kan ya kawans, bahwa ketika Allah memberi masalah, sebenarnya bukan untuk segera mencari solusinya, yang diinginkan Allah adalah kita kembali padaNya dahulu, mengingatNya dahulu, mendekat padaNya dahulu, berdekatan denganNya dahulu!
Yuk dawamkan Istighfarlah dengan penuh penghayatan. Astaghfirullaahal 'adziim.

Kekuatan Taubat

Jika telah diampuni, kemudian dicintai oleh Allah, maka atas izin Allah jalan keluar dari masalah kita hadir dan hajat pun terkabul.
"Hai orang orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuha (semurni murninya), mudah-mudahan Tuhan kamu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukan kamu ke dalam syurga yang dibawahnya mengalir sungai sungai." (Q. S. At-Tahrim : 8)
Masya Allah,,syurga yang Allah janjikan pada hambaNya yang beratubat.

Penyebab dan Cara Menyikapi Masalah

Seringkali kita memaknai penyebab masalah sebagai ujian atau adzab. Saat memaknai masalah sebagai ujian. Terkadang malah membuat tinggi hati dan bukan bermuhasabah / introspeksi diri.
Sebaliknya, saat memaknai penyebab masalah adalah adzab akan sulit move on. Lebih banyak penyesalan, merasa hina, dsb yang memperburuk keadaan dan menambah rumit permasalahan.
Na'uudzubillaah tsumma na'uudzubillaahi in dzalik.
Lantas Bagaimana caranya menyikapi masalah?
Jika kita sedang ada masalah, anggaplah kita sedang dicintai oleh Allah, bahwa Allah sedang menyayangi kita.
Bahwa Allah sedang menyayangi mereka. Sedang disuruh untuk lebih dekat lagi dengan Allah. Bahwasanya Allah sedang rindu.
Allah menyayangi kita dengan adanya masalah supaya kita bertaubat. Supaya dosa-dosa selesai 'dibalas' di dunia, di akhirat tinggal masuk ke dalam surga. Aamiin Allahumma aamiin.
Setiap ada masalah fokus pada pesan cinta Nya.

Kesimpulan

Memasuki materi ketiga semakin mengerti dan paham. Semakin merasa beruntung Allah pertemukan dengan majelis ini. Nah beberapa kesimpulan dari materi ronde 3 adalah :
  1. Bertaubat dengan sebenar benarnya taubat.
  2. Bisa jadi, dosa-dosa kita menghalangi terkabulnya do’a
  3. Masalah dan jalan keluar itu satu paket komplit. Bisa jadi jalan keluar tidak terlihat karena masih tertutup samar dengan dosa-dosa.
  4. Mendawamkan istighfar sepenuh hati, ikhlas dari hati, ingat dosa-dosa yg pernah diperbuat. Beristighfarlah kapanpun, dimanapun kecuali di tempat terlarang. Saat sedang masak, bekerja, menyapu, ke pasar, nyuapin anak, terus beristighfar, terus isi diam kita dengan istighfar.
  5. Jika kita ada masalah, tujuan Allah bukan menyuruh mencari solusi dari masalah, Allah rindu kita, rindu ingin dekat kita lg, rindu kita kembali mengingatNya.
  6. Jika ada masalah, tenang dulu dan fokus pada Allah, temukan pesan cintaNya, jika telah ditemukan, insyaAllah kita pasti berasa tenang.
  7. Jika sedang ada masalah, anggap saja kita sedang dicintai Allah. Allah menyuruh kita introspeksi diri/muhasabah diri.
Masya Allah,,mak nyes materinya, Bismillah semoga Allah bimbing untuk bisa mengamalkan ilmu yang telah dipelajari.

Related Posts

Posting Komentar